Satgas Karhutla Inhil Dua Hari Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan 20 Hektar
Petugas padamkam api kebakaran lahan di Inhil.
AnalisaRiau.com, PEKANBARU - Satuan Tugas Siaga Darurat Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau berhasil mengatasi kebakaran yang menghanguskan 20 hektare gambut di Indragiri Hilir.
"Seluruh titik api berhasil dipadamkan. Saat ini kita fokus pendinginan," kata Komandan Distrik Militer 0314/Inhil Letkol Inf J Hadiyanto.
Hadi mengatakan, kebakaran yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir menghanguskan lahan gambut kering di Desa Bagan Jaya, Kecamatan Pelangiran.
Menurut Hadi, butuh waktu sekitar dua hari untuk melakukan upaya pemadaman di lokasi tersebut.
Tim satgas yang terdiri dari personel TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dibantu masyarakat setempat terus berjibaku melawan api.
"Di lokasi kebakaran cukup kering dan tidak ada hujan sama sekali," ujarnya.
Untuk itu, dia mengatakan, pendinginan akan terus dilakukan mengingat potensi hujan cukup tipis, sementara sifat kebakaran pada lahan gambut akan mudah kembali terbakar saat pendinginan tidak maksimal.
Tim di lapangan bisa dibilang 'pantang pulang sebelum padam'. "Tim tidak ada kembali sebelum lokasi benar-benar dipastikan padam," tuturnya.*** (faktariau)
AnalisaRiau.com, PEKANBARU - Satuan Tugas Siaga Darurat Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau berhasil mengatasi kebakaran yang menghanguskan 20 hektare gambut di Indragiri Hilir.
"Seluruh titik api berhasil dipadamkan. Saat ini kita fokus pendinginan," kata Komandan Distrik Militer 0314/Inhil Letkol Inf J Hadiyanto.
Hadi mengatakan, kebakaran yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir menghanguskan lahan gambut kering di Desa Bagan Jaya, Kecamatan Pelangiran.
Menurut Hadi, butuh waktu sekitar dua hari untuk melakukan upaya pemadaman di lokasi tersebut.
Tim satgas yang terdiri dari personel TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dibantu masyarakat setempat terus berjibaku melawan api.
"Di lokasi kebakaran cukup kering dan tidak ada hujan sama sekali," ujarnya.
Untuk itu, dia mengatakan, pendinginan akan terus dilakukan mengingat potensi hujan cukup tipis, sementara sifat kebakaran pada lahan gambut akan mudah kembali terbakar saat pendinginan tidak maksimal.
Tim di lapangan bisa dibilang 'pantang pulang sebelum padam'. "Tim tidak ada kembali sebelum lokasi benar-benar dipastikan padam," tuturnya.*** (faktariau)
