4 Seteru Diplomatik Malaysia dan Korut atas Kematian Kim Jong-nam
AnalisaRiau.com, Kuala Lumpur - Kematian kakak tiri Kim Jong-un di Bandara Internasional Kuala Lumpur membuat geger dunia. Sejumlah spekulasi muncul terkait peristiwa tersebut. Berbagai dugaan itu tak lepas dari penyebab kematian Kim Jong-nam yang diyakini akibat racun.
Kepala Intelijen Korea Selatan mengatakan, serangan itu dilakukan oleh agen perempuan yang dikirim Korea Utara. Untuk melancarkan aksinya, perempuan itu menyemprotkan racun mematikan ke wajah Kim Jong-nam.
Namun demikian, itu semua masih spekulasi. Hasil autopsi sendiri belum diumumkan. Otoritas Malaysia saat ini tengah mencari sampel DNA dari keluarga Kim Jong-nam. Pria itu diyakini memiliki dua putra, seorang putri, dan dua wanita yang tidak disebutkan hubungannya. Mereka disebut-sebut tinggal di Beijing dan Macau.
Terkait kematian Jong-nam, muncul sejumlah pernyataan yang meningkatkan ketegangan hubungan antara Korut dengan Malaysia.
Beberapa jam setelah kematian putra sulung Kim Jong-il, pemerintah Malaysia memanggil pulang dubesnya di Pyongyang.
Tak terima dengan perlakuan itu, Dubes Korut untuk Malaysia menyebut Negeri Jiran itu mencoba menyembunyikan sesuatu.
Malaysia merupakan bagian dari segelintir negara yang menjalin hubungan diplomatik penuh dengan Korut. Keduanya memiliki kedutaan besar di ibu kota satu sama lain.
Negeri Jiran juga telah menjadi tempat utama bagi pembicaraan setengah resmi antara Korut dengan Amerika Serikat (AS).
Para analis menilai otoritas Malaysia akan sangat berhati-hati mengambil langkah demi langkah atas jasad Kim Jong-nam. Kuala Lumpur tidak ingin terhanyut dalam pertentangan Korut atau pihak-pihak lain.
"Sebagai negara kecil, Malaysia tidak memihak," demikian komentar Geetha Govindasamy, seorang dosen senior studi Asia Timur di University of Malaya yang juga mempelajari hubungan Korut dengan Asia Tenggara.
Namun demikian, perserteruan berupa saling lempar pendapat antara dua negara semakin memanas di media.*** (liputan6)
