Header Ads

Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia mendatangi Diskrimsus Polda Riau



AnalisaRiau.com (Pekanbaru)- Senin 28 November 2016 sejumlah masyarakat kampung Sidodadi Desa Bukit Kerikil Kec Bukit Batu yang tergabung dalam organisasi PETANI ( Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia) mendatangi Diskrimsus Polda Riau menanyakan tindak lanjut laporan pada tgl 3 Oktober 2016 lalu tentang dugaan terjadinya ilegal Loging di Giam Siak Kecil yg melalui kampung mereka yang mengakibatkan kebakaran dan merugikan tanaman holtikultura dan Perkebunan masyarakat. 
Belum ada penangkapan terhadap pelaku ilegal loging yg terjadi Biosfer Giam Siak Kecil di kampung Sidodadi Desa Bukit Kerikil Kec Bukit Batu Kab Bengkalis, padahal barang bukti jelas waktu disita dirumah Toke kayu Haryono dan tumpukan kayu di kebun kebun sawit.
Aiptu Sukardi Kapolpos Bukit Kerikil masih juga menjabat di  pos Polisi Bukit Kerikil dan kami belum melihat sejauh mana proses hukumnya, padahal Aiptu Sukardi sudah ada di pos polisi Bukit Kerikil sewaktu razia ilog dan kebakaran lahan di Giam Siak tahun 2014 dan ditangkap nya oknum TNI AD Sudigdo tapi waktu itu Toke 2 kayu juga tidak ada ditangkap.
3. Sampai sekarang ilegal Loging masih terus terjadi.
4. Gotex 010 tempat pangkalan muat kayu ilog, sudah sangat meresahkan Kamtibmas, karena disitu sudah rahasia umum sebagai tempat perjudian, narkoba, miras dsbnya
5. Tidak ada sama sekali tanggapan dari Bupati Bengkalis terhadap kondisi sosial Kamtibmas di tempat kami
dan video waktu pelaporan dan tanggapan Kapolres Bengkalis Hadi Wicakson.




(Sahat)
Diberdayakan oleh Blogger.